Sindrom metabolik merupakan kondisi yang sering kali terjadi pada masyarakat modern saat ini. Banyak dari kita mungkin belum mengetahui secara menyeluruh tentang apa sebenarnya sindrom metabolik itu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui lebih lanjut tentang sindrom metabolik: penyebab dan gejala yang perlu diketahui.
Mengetahui lebih lanjut tentang sindrom metabolik sangatlah penting karena kondisi ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Menurut Dr. Andi Kurniawan, spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, “Sindrom metabolik terjadi akibat kombinasi dari faktor genetik dan gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik.”
Penyebab sindrom metabolik sendiri dapat bervariasi, namun faktor risiko utamanya meliputi obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan resistensi insulin. Kondisi ini seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, namun beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi kelebihan lemak di perut, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, dan resistensi insulin.
Menurut Prof. dr. Bambang Setiawan, PhD, SpPD-KEMD, Ketua Perhimpunan Endokrinologi Indonesia, “Penting bagi masyarakat untuk lebih memahami sindrom metabolik agar dapat melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti mengatur pola makan sehat, rajin berolahraga, dan rutin memeriksakan kesehatan secara berkala.”
Dengan mengetahui lebih lanjut tentang sindrom metabolik, kita dapat lebih waspada terhadap kondisi tersebut dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Jadi, jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan jika membutuhkan bantuan lebih lanjut. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua.
